Solusi Air untuk Tanah Balerejo Kita

Penambahan pompa air listrik menjadi solusi bagi tanah balerejo kita agar mampu membasahi pekarangan ladang pertanian, tetapi solusi pompa air listrik mungkin menambah kebutuhan dan ketergantungan terhadap listrik dan bahan bakar. Sehingga solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan ini harus dicari, dikerjakan dan dilestarikan dan solusinya melibatkan banyak orang.

KRISIS AIR JAWA TIMUR

Masalah air terjadi setiap tahun di Jawa Timur. Tahun 2017 sebanyak 442 desa yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Timur kekeringan. Ratusan desa tersebut tersebar di kabupaten dan kota yaitu Bojonegoro, Mojokerto, Banyuwangi, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Ponorogo, Pacitan, dan Tuban.
(Baca lebih lengkap di Jatim Krisis Air – Jatim.metrotvnews)

Tahun ini kembali terjadi kekeringan dengan total 422 desa kekeringan sejak bulan Juli hingga dirasakan saat ini. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menegaskan, setidaknya ada 422 desa di 23 kabupaten di provinsi tersebut, sekarang ini dilanda kekeringan. Dari jumlah tersebut sedikitnya ada 199 desa yang wilayahnya benar-benar mengalami kekeringan cukup parah. Jatim sendiri memiliki 38 wilayah kota-kabupaten yang terdiri dari 29 kabupaten dan sembilan kota.
(Baca lebih lengkap di 422 desa di Jatim dilanda krisis air bersih – Beritasatu.com)

POMPA DAN MASYARAKAT

Pemerintah sekitar telah berupaya menangani kekurangan air dengan memperbaiki saluran air dan menambah jumlah sumur dalam. Saluran irigasi di Ngetuk misalnya, masih bisa mengairi sawah di sekitar dengan bergiliran. Di belakang sawah Sendang juga terdapat pemasangan sumur dengan alat submersible pump yang memiliki kedalaman kurang lebih 80 meter yang dibangun pemerintah. Tetapi karena biaya sewa pemakaian air cukup mahal, tidak banyak yang menggunakan pompa tersebut. Sebagai perbandingan, dengan pompa listrik yang dimiliki yayasan, biaya kurang lebih Rp 2.000 – 5.000/jam untuk biaya listrik dan diesel, untuk sewa pemakaian air di sumur yang disediakan adalah Rp. 50.000/jam.

Untuk solusi pengairan di tanah balerejo kita, hingga saat ini telah terpasang 9 pompa air listrik. yaitu di daerah barat dan timur Trayun Wetan, timur dan barat Tegal Onderan, di Cepuri, Sendang, serta di selatan, tengah dan utara dari Trayun Kulon. Pemasangan pompa melibatkan penggarap lokal.

Masalah air ini membuat masyarakat sekitar berlomba-lomba memasang juga pompa air listrik. Sehingga keperluan listrik untuk wilayah sekitar meningkat, dan terkadang beban daya di wilayah tersebut menjadi tambahan masalah lainnya. Stabilnya aliran listrik juga menjadi tantangan pemerintah untuk ditangani. Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya bahwa terjadi pemadaman listrik pada awal September akibat dari terjadinya trip pada pembangkit Paiton dan Pacitan. Sehingga pemadaman tidak bisa dielakkan untuk wilayah Jember, Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Kediri, Ponorogo, Malang, juga Mojokerto dan Pasuruan.
( Baca selengkapnya di: Gangguan Listrik padam di jatim – surabaya.tribunnews. dan pemadaman – kumparan.com )

SOLUSI – PENANAMAN JENIS TERTENTU

Penanaman pohon dan tanaman, penghematan penggunaan air, penambahan sumber air dengan sistem bendungan dan danau buatan dan cara lainnya dapat diupayakan untuk memastikan cadangan air cukup. Turunan dari upaya-upaya tersebut banyak ragamnya. Seperti penanaman jenis pohon dan tanaman tertentu seperti bambu, pohon jati, dan rerumputan yang dikatakan mampu menambah cadangan air lebih baik dari tanaman lainnya.
(Baca selengkapnya di: Tanaman meningkatkan sumber air – kompas.com )

drop-of-water-1760681_1280.jpg
Image by Pitsch from Pixabay

Cadangan air tanah sebagai akar permasalahan harus mulai dijaga, dan usaha menyelesaikan masalah ini tidak bisa digantungkan kepada segelintir orang atau mengandalkan pemerintah saja. Usaha untuk menjaga pasokan air dalam tanah perlu segera disebarkan di lingkungan masyarakat. Mulai dari level perorangan, masyarakat, lembaga, dan pemerintah bahkan dari usia dini perlu diajak memahami sifat dari air yang merupakan keberkahan yang hanya didapat dari rahmat Allah yang patut disyukuri. Tanpa upaya mensyukuri nikmat ini, kekeringan tidak akan bisa dihindari bahkan bisa saja dicabut kenikmatan mendapatkan air hingga lebih parah dari yang sudah-sudah.

 

Tinggalkan Balasan